Menunggu ayah pulang
"tau ga, apa yang paling aku kusukai setiap pulang kerumah?"tanya ayah.
"apa?" mama bertanya.
"atala melihat dari jendela, dengan tangannya menyibak gorden, lalu tersenyum lebar. Lalu membukakan pintu rumah, menyambut dengan senang." jawab ayah.
Si ayah sih paling seneng ya disambut kepulangannya sama atala. Tapi buat orang yang menunggu, emang bikin bete.
Seperti sore kemarin, agak berbeda. Siang-siang ayah sudah menelpon mama akan pulang malam. Katanya ada acara buka puasa bersama teman-teman kantor. Tapi tentu saja, buat atala sore ini sama seperti sore-sore sebelumnya.
Jadi, sore itu, atala sedang bermain, tiba-tiba terdengar suara motor dari kejauhan mendekat kerumah. Tetangga pulang. Tapi mata atala berbinar-binar, lalu berseru, "ayaaaah..."katanya.
Atala pun melakukan ritual yang sama. Menyibak gorden, melongok dari jendela, lalu membukakan pintu. Tapi sekali ini, tidak ada motor ayah yang masuk ke halaman rumah.
"hu..hu..hu..hu...hiks..hiks..hiks..."
Wah, atala menangis tersedu-sedu dihalaman.
"Ayaaaah..."panggilnya lagi. Mama yang menunggu didepan pintu berkata,
"Ayah belum pulang, nak...entar malem..."Tapi sepertinya atala tidak mengerti, akhirnya mama menghampiri dan menggendong ke dalam rumah.
Saat adzan magrib tiba, mama pun berbuka puasa. Terdengar suara motor lagi sayup-sayup dari kejauhan. Mata atala kembali berbinar-binar. "Ayaaaah..."katanya.
Mata atala bertemu dengan mata mama. lalu mama menggeleng-gelengkan kepala.
Tiba-tiba raut wajah atala berubah. Bete. Cemberut.
Atala pun tetap melakukan ritual yang sama. Menyibak gorden, melihat dari jendela. Kosong.
Atala membuka pintu. Kosong.
Agak lama atala tetap berdiri diteras. Mungkin menunggu keajaiban??
Mama membuka pintu rumah, lalu bertanya, "atala lagi ngapain?"
Atala menoleh. Wajahnya keliatan marah. Mungkin merasa mama hanya akan mengganggu saja. Lalu atala mendekati mama dan menutup pintu. Breek.
Wah. mama ga boleh ganggu ya? Mama mengintip dari jendela, atala masih berdiri di teras. sesekali Atala menoleh ke mama dengan wajah betenya. Mama hanya duduk disofa, menunggu atala masuk sendiri.
semenit. dua menit. tiga menit. 10 menit.
akhirnya Atala masuk rumah sendiri juga.
Sabar ya, nak...Ayah pasti pulang...
"apa?" mama bertanya.
"atala melihat dari jendela, dengan tangannya menyibak gorden, lalu tersenyum lebar. Lalu membukakan pintu rumah, menyambut dengan senang." jawab ayah.
Si ayah sih paling seneng ya disambut kepulangannya sama atala. Tapi buat orang yang menunggu, emang bikin bete.
Seperti sore kemarin, agak berbeda. Siang-siang ayah sudah menelpon mama akan pulang malam. Katanya ada acara buka puasa bersama teman-teman kantor. Tapi tentu saja, buat atala sore ini sama seperti sore-sore sebelumnya.
Jadi, sore itu, atala sedang bermain, tiba-tiba terdengar suara motor dari kejauhan mendekat kerumah. Tetangga pulang. Tapi mata atala berbinar-binar, lalu berseru, "ayaaaah..."katanya.
Atala pun melakukan ritual yang sama. Menyibak gorden, melongok dari jendela, lalu membukakan pintu. Tapi sekali ini, tidak ada motor ayah yang masuk ke halaman rumah.
"hu..hu..hu..hu...hiks..hiks..hiks..."
Wah, atala menangis tersedu-sedu dihalaman.
"Ayaaaah..."panggilnya lagi. Mama yang menunggu didepan pintu berkata,
"Ayah belum pulang, nak...entar malem..."Tapi sepertinya atala tidak mengerti, akhirnya mama menghampiri dan menggendong ke dalam rumah.
Saat adzan magrib tiba, mama pun berbuka puasa. Terdengar suara motor lagi sayup-sayup dari kejauhan. Mata atala kembali berbinar-binar. "Ayaaaah..."katanya.
Mata atala bertemu dengan mata mama. lalu mama menggeleng-gelengkan kepala.
Tiba-tiba raut wajah atala berubah. Bete. Cemberut.
Atala pun tetap melakukan ritual yang sama. Menyibak gorden, melihat dari jendela. Kosong.
Atala membuka pintu. Kosong.
Agak lama atala tetap berdiri diteras. Mungkin menunggu keajaiban??
Mama membuka pintu rumah, lalu bertanya, "atala lagi ngapain?"
Atala menoleh. Wajahnya keliatan marah. Mungkin merasa mama hanya akan mengganggu saja. Lalu atala mendekati mama dan menutup pintu. Breek.
Wah. mama ga boleh ganggu ya? Mama mengintip dari jendela, atala masih berdiri di teras. sesekali Atala menoleh ke mama dengan wajah betenya. Mama hanya duduk disofa, menunggu atala masuk sendiri.
semenit. dua menit. tiga menit. 10 menit.
akhirnya Atala masuk rumah sendiri juga.
Sabar ya, nak...Ayah pasti pulang...







1 Comments:
halo hola
apakabar
masih inget ga nih ma aku?
sun buat athallah yah
Post a Comment
<< Home