Ekspresi verbal pertama atala
Suatu malam, atala naik keatas kasur sambil merintih,
Atala: aduh...takit...takit mama...
Mama: sakit? apanya yang sakit atala? perutnya? (mengambil minyak putih dan segera membalurkan ke perut atala)
Atala sempat terdiam, tapi trus ngomong lagi.
Atala: Aduh..takit mama...aduh takit....
sekarang atala menunjuk tangannya dan kakinya terus menerus
Atala: tuh...takit tuh...takit tuh.....
Mama: (bingung) lho, jadi sakitnya dimana?
Atala: tuh...takit tuh...takit tuh.... (sambil nunjuk2 jari kaki, jari tangan, lutut, siku, lengan, paha, all over deh)
Mama: (masih bingung, tapi akhirnya membalurkan minyak kayu putih ke seluruh kaki dan tangan atala) jadi sakit yang mana? apa yang dirasain atala?
Atala: Aduh...takit mama...
(matanya disipit-sipitkan dengan mulut dimanyun2kan--kayaknya sih atala mencoba mengekspresikan yang dirasakan)
Setelah minyak kayu putih dibalurkan ke sekujur tubuh atala, atala sempat terdiam, tapi kemudian dia sibuk berusaha membuka pampersnya.
Atala: hhh....mama...hhh (sambil dicoba buka)...takit mama...
Mama: Oh, atala mau buka pampers (bantuin atala buka pampers)
Setelah pampers dibuka, terlihat "anu"nya atala keliatan merah-merah seperti lecet
Atala: Aduh...takit mama...takit... (sambil nunjuk2)
Mama: oh, maksud atala yang ini yang sakit?
Atala: tuh..takit tuh...takit tuh mama.... (nunjuk2 lagi)
Setelah pembaluran minyak kayu putih oleh ayahnya (si mama ga berani ngasih minyak kayu putih, takut salah--jadi diambil alih), akhirnya atala tenang juga.
Setelah berusaha, berhasil juga atala menyampaikan maksudnya. :_P







0 Comments:
Post a Comment
<< Home