"Atala sudah bisa apa?"
Biasanya itu pertanyaan yang diajukan, kalau aku ketemu dengan seorang teman. Pertanyaan itu menjadi lebih dari sekedar basa-basi, kalau teman yang bertanya tahu bahwa aku saat ini "mengklaim" meng-homeschool-kan atala.
Pertanyaan itu bisa menjadi "beban" tersendiri buatku, karena seorang anak homeschooler seolah-olah "dituntut" bisa membuktikan bahwa dirinya lebih pintar dari teman sebayanya, sebagai pembuktian bahwa homeschool itu lebih baik dari sekolah. Sedangkan bagi orangtua yang berniat homeschool sedini mungkin pada anaknya, seakan-akan terkesan sebagai orangtua yang "ambisius" karena ingin "menjejalkan" pelajaran konsep dasar (mengenal warna, angka, bentuk, dll.) sejak awal. Dalam hal ini, artinya seorang anak homeschooler dibawah 5 tahun, dianggap akan keliatan mempunyai kemajuan yang signifikan, dibandingkan anak-anak lainnya.
Aku pribadi menilai, tidak ada salahnya menanamkan konsep dasar sedini mungkin kepada anak, sepanjang si anak tidak merasa terbebani. Tapi belum tentu setiap orangtua yang berniat homeschool sejak dini, berniat memindahkan playgroup ke rumah. Justru banyak orangtua yang menunda sekolah bahkan sampai usia 7 tahun, karena ingin memperpanjang usia bermain anaknya (dan mereka mengklaim dirinya homeschool). Dalam hal ini, tidak semua orangtua kemudian melanjutkan homeschool saat anak mencapai usia tertentu dan tetap mengirimkan anak ke sekolah setelahnya.
Setahun yang lalu, saat aku pertama kali membawa atala ke kantor, salah seorang mahasiswa yang bekerja honorer di perpustakaanku berkata seperti ini,
"mbak, aku mau liat dong mba wiet homeschool-in atala"katanya.
Aku menjawab, "lho, sekarang kan atala sedang homeschool"
dia hanya senyum-senyum mesem saja. Mungkin keinginan tahu atala atas situasi perpustakaan tidak keliatan seperti homeschool. Saat dia berkeliling rak buku, bercengkrama dengan para mahasiswa (yang dengan senang hati "menanggap" dia), mendorong2 kursi, mencoba menaiki kursi, menarik buku dari rak (dan diminta untuk mengembalikan lagi), sampai akhirnya "disingkirkan" sementara ke luar ruangan, karena terlalu berisik :-D
Jadi apa ya maksudnya aku mengklaim diriku "homeschool" ? kalau begitu, semua orang bisa mengklaim dirinya homeschool dong? ya...mungkin bisa juga.
Yang pasti, yang aku anggap sebagai suatu prestasi sendiri atala, ketika aku bisa "menanamkan" atala hal-hal sederhana dalam kehidupan. Menurutku, saat itulah aku merasa "berhasil" :-p
contohnya, saat hari sabtu lalu, aku membawa atala ke acara dirumah teman tanpa diaper (deg2an juga, takut "bocor"), aku berkata seperti ini kepada atala, "atala, pipis yuk!", lalu atala menjawab lantang "Ga mau!!"
Wah, dia menunjukkan perlawanan nih.
Tapi kemudian, aku berpikir, mungkin aku mengajak pipisnya kurang oke. mungkin suaraku yang kencang membuatnya malu?? lalu ga lama, aku berbisik padanya, "atala...pipis yuk.." dan aku berjalan pelan-pelan menuju kamar mandi, atala berjalan (ikutan tip toe) mengikuti dari belakang. Wah...BAK berlangsung dengan sukses. Dan sepanjang hari itu, atala ga ngompol lho!!! (Yeee....atala berhasil pergi seharian tanpa diaper!! :-P)
Atau saat malam tiba...lalu aku berkata seperti ini ke atala yang masih asyik bermain dengan mobil2annya...
"atala, sudah malam...bobo yuk...ayo, matiin TVnya"
Atala mematikan TV, dan berkata, "mama...ampu!" (minta lampunya dimatiin)
Dan aku menggendongnya untuk mematikan lampu. Lalu atala pun berjalan ke atas kasur, menarik selimut dan memeluk guling.
Gampang sekali.
Eh...Atala bangun lagi dan berkata, "mama...inis" (setel tweenies) atau "mama..ampu" (ga jadi mati, tolong nyalain, katanya)
"sudah malam, besok lagi ya"
kadang-kadang atala nurut, kadang-kadang dia tetap keukeuh minta disetelin..akhirnya disetelin juga atau dinyalain juga lampunya (bagian negosiasi tidurnya atala).
Tapi yang pasti, ga lama kemudian, dia akan tertidur.
Kadang-kadang kegiatan ini masih suka "gagal", tapi "negosiasi" untuk tidur malam sudah mulai terjadi.
Itulah kesuksesan homeschool Atala buatku. Mungkin sederhana dan bukan hal besar bagi orang lain. Tapi sukses besar bagiku. hehehe.