Sunday, July 29, 2007

jalan-jalan malam (pras #1 fan part 3)

Gara-gara ayah menghilang, malam-malam mamanya diseret2 atala suruh nyari ayah keliling komplek sampai ketemu

Kejadiannya weekend minggu lalu,

Ayah tiba-tiba ga ada. trus ribut deh si atala nyariin ayahnya. Keadaan makin parah, waktu Paman dengan santainya ngomong gini, "ayah pergi kerja"

halllaaaaa....atala yang ga mau menerima kenyataan, makin yakin harus menemukan ayahnya. Aku mencoba mengatakan bahwa pernyataan si paman salah dengan menunjukkan motor ayah yang masih terparkir di depan rumah.

"tuh lihat, motor ayah ada, berarti ayah ga pergi lama"kataku.

Teteeeep, atala pengen emaknya ini tetap mencari ayah sampai ketemu. hhhh..si ayah kemana sih? udah mana hpnya lagi di cash, aman-aman aja di kamar (setelah mencoba miskol)

Atala yang sudah menginspeksi motor ayah di halaman rumah, tetap keukeuh ga mau masuk rumah. Ayo cari ayah, mama!! seolah-olah berkata begitu, pasrah deh si emak ini ngintilin atala yang semangat jalan-jalan.

kayaknya sih sekitar jam 7.30an...aku lupa-lupa inget, akhirnya kita jalan-jalan. Atala seneng banget bisa jalan-jalan malam. sebentar-sebentar nunjuk, "mama...cicak!"

"mama....intang!"

"mama...bulan!"

waktu ada mobil lewat, dengan semangat atala berkata seperti ini, "awas mama, mobil" trus mamanya diseret ke pinggir deh...hehehe

tadinya atala ngotot pengen ke jalan raya, tapi akhirnya bisa juga "digiring" ke rumah ammah yang beda gang itu...ternyata lagi ada akek-inek, akhirnya pulangnya naek mobil deh...

sampai rumah, ayah sudah menunggu di ruang makan, atala menyambut dengan gembira...langsung nemplok aja...

"ayah kemana sih?"tanyaku. "pergi ga bilang-bilang"

"beli kopi diwarung"jawabnya tanpa merasa bersalah.

oalaaa..

Sunday, July 22, 2007

Atala's favorite toy

Kabarnya, kalau anak kecil sudah attach sama mainannya, cintanya bukan main. Kalau Atala, cinta banget sama motor-motoran yang satu ini, walaupun warnanya udah memudar dan jelek. Walaupun selalu ada mainan baru, entah dibeliin ineknya, dibeliin ayah-mamanya atau "nemu" digudang bekas sepupunya dulu...tetep aja, motor2an ini bakal dicari terus. Kemana-mana, nih motor juga harus ikut.



Tempo hari, ineknya sempet terganggu melihat "fisik" motor yang udah kurang sedang dipandang, dan sempet protes sama mamanya kenapa tetap aja dibawa-bawa. Lha, itu anaknya kok yang mau. Akhirnya, inek beliin deh motor2an baru. Teteeep, waktu ngajak main bareng, atala memberikan motor baru ke mama, dan dia tetep pegang yang motor butek dan jelek itu. hihihihi.

Emang sih, kalau ada mainan baru, pasti dimainin terus sama atala, tapi tetep aja...balik lagi ke motor lama.

Wednesday, July 18, 2007

mengenal lingkaran part 2

setelah mengenal lingkaran http://wietski.multiply.com/photos/album/26, aku hampir tak pernah mengulang lagi mengenai lingkaran ke atala. Jadi, surprise juga ternyata daya ingatnya cukup bagus. Lucunya, atala sudah lupa dengan kata "lingkaran" tapi dia ingatnya "putar-putar"

jadi ceritanya, semalam, aku sedang liat-liat mini katalog eazy pay citibank-nya inek yang menawarkan hp dan mesin cuci, tau-tau atala "menyusup" pengen ikutan, dan langsung nunjuk..

"mama....puta puta"katanya. Dia menunjuk joy stick hp yang terlihat seperti lingkaran. Lalu dia menunjuk ke gambar yang lain,

"puta puta mama"katanya lagi.

Duh, mamanya seneng dong...akhirnya, malam itu kami jadi hunting "puta-puta" di katalog deh...lanjut ke mainan atala yang puta-puta juga :-D

jadi inget beberapa waktu yang lalu, atala juga nunjuk angka satu dimana-mana. Di kamar rumah sakit, di mainannya yang ada angka satu...sampai huruf kapital i juga dia bilang "one!"

hihihihi. ternyata masuk juga ya....

hmm...jadi tambah semangat :-D

Monday, July 16, 2007

"mama...ayah ilang" (pras #1 Fan part 2)

Pagi-pagi di hari minggu, atala membangunkanku. Dengan nada nyaris tercekat dan setengah berbisik dia berkata,

"Mama...ayah ilang"

Bagi ayahnya, saat atala berkata ke beliau "ayah..kabur muluuu" itu merupakan doktrin emaknya, padahal emaknya cuma menterjemahkan apa yang sedang ia pikirkan.

Ayahnya ga tahu sih, kalau sekarang si mama udah jadi "posko lost & found-nya ayah", tiap saat dapet laporan dan diminta mencari kemana si ayah berada.

Kalau mama cuma jawab gini, "ayah ada disamping, tala" Atala ga mau terima. Yang dia mau, mama berdiri, dan membantunya mencari ayah. Sampai ketemu.

Weekend kemarin, ayah minta izin nginep ke ciledug, malem-malem atala ngajakkin mama keliling komplek nyari ayah!!!!

Ampppuuuuuuuun

Ayaaaah...jangan kabur muluuu dooong.


Atala sudah bisa apa?

"Atala sudah bisa apa?"

Biasanya itu pertanyaan yang diajukan, kalau aku ketemu dengan seorang teman. Pertanyaan itu menjadi lebih dari sekedar basa-basi, kalau teman yang bertanya tahu bahwa aku saat ini "mengklaim" meng-homeschool-kan atala.

Pertanyaan itu bisa menjadi "beban" tersendiri buatku, karena seorang anak homeschooler seolah-olah "dituntut" bisa membuktikan bahwa dirinya lebih pintar dari teman sebayanya, sebagai pembuktian bahwa homeschool itu lebih baik dari sekolah. Sedangkan bagi orangtua yang berniat homeschool sedini mungkin pada anaknya, seakan-akan terkesan sebagai orangtua yang "ambisius" karena ingin "menjejalkan" pelajaran konsep dasar (mengenal warna, angka, bentuk, dll.) sejak awal. Dalam hal ini, artinya seorang anak homeschooler dibawah 5 tahun, dianggap akan keliatan mempunyai kemajuan yang signifikan, dibandingkan anak-anak lainnya.

Aku pribadi menilai, tidak ada salahnya menanamkan konsep dasar sedini mungkin kepada anak, sepanjang si anak tidak merasa terbebani. Tapi belum tentu setiap orangtua yang berniat homeschool sejak dini, berniat memindahkan playgroup ke rumah. Justru banyak orangtua yang menunda sekolah bahkan sampai usia 7 tahun, karena ingin memperpanjang usia bermain anaknya (dan mereka mengklaim dirinya homeschool). Dalam hal ini, tidak semua orangtua kemudian melanjutkan homeschool saat anak mencapai usia tertentu dan tetap mengirimkan anak ke sekolah setelahnya.

Setahun yang lalu, saat aku pertama kali membawa atala ke kantor, salah seorang mahasiswa yang bekerja honorer di perpustakaanku berkata seperti ini,

"mbak, aku mau liat dong mba wiet homeschool-in atala"katanya.

Aku menjawab, "lho, sekarang kan atala sedang homeschool"

dia hanya senyum-senyum mesem saja. Mungkin keinginan tahu atala atas situasi perpustakaan tidak keliatan seperti homeschool. Saat dia berkeliling rak buku, bercengkrama dengan para mahasiswa (yang dengan senang hati "menanggap" dia), mendorong2 kursi, mencoba menaiki kursi, menarik buku dari rak (dan diminta untuk mengembalikan lagi), sampai akhirnya "disingkirkan" sementara ke luar ruangan, karena terlalu berisik :-D

Jadi apa ya maksudnya aku mengklaim diriku "homeschool" ? kalau begitu, semua orang bisa mengklaim dirinya homeschool dong? ya...mungkin bisa juga.

Yang pasti, yang aku anggap sebagai suatu prestasi sendiri atala, ketika aku bisa "menanamkan" atala hal-hal sederhana dalam kehidupan. Menurutku, saat itulah aku merasa "berhasil" :-p

contohnya, saat hari sabtu lalu, aku membawa atala ke acara dirumah teman tanpa diaper (deg2an juga, takut "bocor"), aku berkata seperti ini kepada atala, "atala, pipis yuk!", lalu atala menjawab lantang "Ga mau!!"

Wah, dia menunjukkan perlawanan nih.

Tapi kemudian, aku berpikir, mungkin aku mengajak pipisnya kurang oke. mungkin suaraku yang kencang membuatnya malu?? lalu ga lama, aku berbisik padanya, "atala...pipis yuk.." dan aku berjalan pelan-pelan menuju kamar mandi, atala berjalan (ikutan tip toe) mengikuti dari belakang. Wah...BAK berlangsung dengan sukses. Dan sepanjang hari itu, atala ga ngompol lho!!! (Yeee....atala berhasil pergi seharian tanpa diaper!! :-P)

Atau saat malam tiba...lalu aku berkata seperti ini ke atala yang masih asyik bermain dengan mobil2annya...

"atala, sudah malam...bobo yuk...ayo, matiin TVnya"

Atala mematikan TV, dan berkata, "mama...ampu!" (minta lampunya dimatiin)

Dan aku menggendongnya untuk mematikan lampu. Lalu atala pun berjalan ke atas kasur, menarik selimut dan memeluk guling.

Gampang sekali.

Eh...Atala bangun lagi dan berkata, "mama...inis" (setel tweenies) atau "mama..ampu" (ga jadi mati, tolong nyalain, katanya)

"sudah malam, besok lagi ya"

kadang-kadang atala nurut, kadang-kadang dia tetap keukeuh minta disetelin..akhirnya disetelin juga atau dinyalain juga lampunya (bagian negosiasi tidurnya atala).

Tapi yang pasti, ga lama kemudian, dia akan tertidur.

Kadang-kadang kegiatan ini masih suka "gagal", tapi "negosiasi" untuk tidur malam sudah mulai terjadi.

Itulah kesuksesan homeschool Atala buatku. Mungkin sederhana dan bukan hal besar bagi orang lain. Tapi sukses besar bagiku. hehehe.



Tuesday, July 10, 2007

Pras #1 Fans

siapa yang paling ngefans sama pras saat ini?

jawabannya adalah atala.

Senengnya ngabsenin ayahnya. Ngilang dikit, pasti dicariin. Belum segala tingkah laku yang ditiru. Belum ngebelain ayahnya udah kayak apaan aja. huuu. Udah kayak artis sama fansnya ada deh.

Contohnya, pas ayah tau-tau teriak, "aduuh!"

Eh, si atala langsung nengok ke belakang, trus lihat mamanya...langsung DIPUKUL!!

Lho?? kok mama dipukul? huuuhuhu...ternyata atala mikirnya ayah teriak gara2 mama. Yee..orang ayah kesandung sendiri...

Eh, ayah iseng deh, dicobain lagi...trus teriak, "atala...tolong ayah..toloong" atala nengok lagi, trus mama DIPUKUL lagi dengan SUKSES....

Pas Ayah lagi jahil trus mama nepuk bahu ayah, eala, si atala langsung maju ngebales!! huu...itukan ayahnya yang rese!!! kok malah ngebelain sih?

Eh..giliran si ayah iseng "nguwek2" (bahasa indonesianya apa ya?) kepala mama, trus mama teriak2 minta tolong atala... atala malah bantuin ayah nguwek2!!

Ga Adiiiil!!!! (hehehe, ngiri dot com)

Tapi ternyata, yang bete bukan cuma emaknya doang....kakek-nenek juga ikutan bete..terutama si inek...kalau ada ayahnya, haallla...capek deh...sampe2 si inek bertanya (dengan nafsunya, secara sehari2 akek-inek yang ngurusin atala)

"emangnya diapain sih sama ayahnya, sampe segitunya?"

hahahaha.

Pantesan pras bilang, suara terindah yang dia pernah dengar, suara atala memanggil namanya, "ayaaah"