Wednesday, September 19, 2007

atala dan tidur lanjutan...

di tulisan sebelumnya, itu adalah contoh atala susah sekali diajak bobo dalam keadaan sudah lelah, capek, tapi tetep ngotot ga mau bobo. Trus, salah satu kisah sukses menidurkan atala, makanya perlu dicatat di multiply...hehehehe....kenyataannya? huaaah...

Saat ini, kupikir-pikir, menidurkan atala jadi tantangan nomor satu, menggeser tantangan "memberi makan dan minum susu" yang sudah bertahun2 berjaya di ajang pengasuhan atala (hallaaa...udah kayak ajang MTV ampuh aja :-p), walaupun memang sih tantangannya ga seheboh tantang "memberi makan" yang waktu itu sampai berlinang airmata melihat atala tetep GTM (gerakan tutup mulut) sampai2 rasa percaya diri sampe ke titik nadir dan merasa jadi ibu gagal (hehehe, kalau diinget2 lagi, berlebihan banget yak)

Eniwei, balik lagi ke soal tidur,

Idealnya, pengen membangun rutinitas sebelum tidur. Dari mulai cuci tangan, cuci kaki, mungkin berwudhu segala (katanya kan sebaiknya tidur dlm keadaan wudhu, walaupun emaknya juga jarang praktekkin, hihihihi), trus ada storytellingnya sebentar, trus berdoa bersama, abis itu tiduran bareng deh. Kalau perlu pake matiin TV dan lampu segala, cipika-cipiki sama ayah-mamanya....waaaaaaah.... *boleh kan berkhayal*

Prakteknya...ternyata, membangun rutinitas itu ribet ya. terutama kalau tuh anak masih susah diajak kompromi. Memberi tahu bedanya malam dan siang sudah berhasil, tapi akibatnya, atala jadi ogah tidur siang, menurut dia, tidur itu kan malam aja :-D kalau malam tiba, dia bisa ngotot kalau sekarang masih pagi, kadang-kadang sambil nyengir2 jail gitu (huh..nyengirnya niru inek tuh...harus ada kisah sendiri :-P)

Siang hari di weekday itu emang jatah akek-inek, dan kalau lagi dititip ke daycare, ya..jatah daycarenya...dan keliatannya atala tidur siang ya suka-suka dia. jadi tergantung kapan dia lelah. Kakak pengasuh di daycare juga terkadang ga berhasil lho boboin atala, padahal temen2 yg lain udah pada tidur. Walhasil, kalau aku pulang kerja, atala baru aja tertidur atau baru saja bangun, akibatnya, tidur malam pasti lebih susah lagi. Kadang-kadang aku sih seneng2 aja, artinya waktu bersama atala kan jadi lebih panjang, secara cuma bisa bareng dia malam aja. Kalau aku pulang atala ga tidur siang, biasanya jam 19.00 dia sudah teler, dan walaupun kadang baru 2 jam kemudian dia tertidur, paling tidak atala bisa "cuma" tidur2an dikasur sambil berusaha ga tertidur (ampun deh, matanya ditahan2 gitu biar ga mejem, coba ya..).

Kemarin libur awal puasa, 4 hari dirumah....wah, bikin atala tidur siang emang "perjuangan" banget deh. kayaknya tau2 udah sore aja, dan udah waktunya aktifitas lain seperti mandi, dll.

Apa ada yang punya strategi/trick yang oke untuk menidurkan anak?

strategi aku dan ayahnya, misalnya pura-pura tidur, lebih sering gagalnya deh. Punggungnya atala dibedakkin, kakinya dipijitin, kepalanya dielus-elus, sekarang udah mulai ketahuan, jadi atala udah curigaan aja kalo mamanya mulai "megang-megang" kekekeke...yang paling jitu kalau ayahnya udah ngajakkin muter2 pake motor, itu sih atala pasti tertidur dimotor, tapi masa sih harus begitu setiap saat, nanti kebiasaan berabe lagi deh.

Kadang-kadang iri juga sama anak yang terbiasa tidur digendong, kekekeke. paling engga, dia diayun2 dikit pake gendongan kan merem ya.... (seperti biasa, rumput tetangga terlihat lebih hijau)

Pernah sih ada saat-saat dimana atala bisa diajak kompromi, misalnya aku ajak ngomong begini, "atala, ayo bobo, sudah malam...matiin TV ya"

tau-tau dia matiin TV, trus minta matiin lampu, abis itu tiduran dikasur sambil narik selimut...wah..serasa gimanaaa gitu....tapi ga nyampe 5 menit, loncat lagi deh...minta nyalain lampu lagi....

hehehehehehe.......

Monday, September 17, 2007

nama panggilan

"ay...wiwiet...apa tuh?"

atala yang dipangku aku di dalam mobil, nanya sambil nunjuk keluar. Ayah dan inek tertawa geli.

ampun deh, setelah tau namaku, atala jadi suka coba-coba manggil..pernah juga, lagi ngobrol sama Ammah Mira, waktu dia manggil namaku, tahu-tahu, atala langsung tepuk2 aku.

"wiwiet nih...wiwiet ini..."katanya seolah memberitahu.

Suatu hari, iseng-iseng inek nanya deh.

"mama namanya siapa?"

"wiwiet"

"ayah namanya siapa?"

"aaaaaa" katanya pede. (aku panggil ayahnya "aa")

hihihihii. "lho, kok a? pras"

"aaaaa" lebih kenceng lagi.

trus, ternyata, kebiasaan atala selama ini manggil2 orang "ay" "ay" juga karena ngikutin bapaknye manggil aku, "ay"...

hihihihihi, Pak Tiru dan Pak Turut....

Thursday, September 06, 2007

Gagal nonton di planetarium....lihat-lihat TIM jadinya deh

Sebenarnya pas tau jam ngumpulnya yang jam 15.00, emang agak riskan, pertama jam segitu kemungkinan atala baru bangun tidur, atau bahkan belum tidur sama sekali, jadi justru susah mau kesana. Selain itu, ada pemberitahuan mendadak bahwa aku harus ngasih presentasi pengenalan perpustakaan ke para mahasiswa baru yang sedang OSMA (ospek), alhasil aku ga bisa cuti sehari, cuma bisa izin pulang cepet aja. Udah buru2 pulang dan inek berbaik hati mengantarkan sampe ke planetarium, tetep aja sampe planetarium telat (jam 15.30), ya...sudah pasti ngadat lha atala. Kalau diinget-inget rada maksa juga ya :-p

Dari dulu atala paling susah kalau harus kumpul2 saat orang2nya sudah banyak, kami harus hadir lebih dulu, jadi atala pengenalan tempat dulu. Nanti temannya akan datang satu-satu, pasti disapa sama dia (SKSD gitu). Kalau sudah banyak orang, biasanya dia sudah ga mau. Contohnya garage sale FM yang pertama, aku dateng jam 12, wah, atala ngadat, boro2 dia betah nemenin emaknya belanja...nah, di garage sale yang kedua, aku sengaja datang pagi, jam 9.30, bukan saja atala happy, tapi juga malah main sama salah satu anak FM disana.

Ya, yang terjadi begitulah sebenarnya sempat mau masuk ke dalam planetariumnya, walaupun ga mau duduk...berdiri dulu sambil digendong gitu...rencananya sih, mgkn kalo acaranya sudah jalan, dia mau diajak duduk...tapi trus ada petugas planetarium yang menghampiri, berbaik hati berniat untuk membujuk supaya atala mau duduk malah bikin atala tambah heboh deh, hihihihi. ya sudah. keluar aja deh. Mungkin lain kali kesitu lagi sama ayah ya atala....

Buat atala sih, ga merasa ada yang terlewat, wong liat aku pulang cepet aja udah happy, bener2 ga berhenti2 ketawa dia sepanjang perjalanan ke planetarium. Ketawa jelek yang dipaksain pula, bikin emaknya dan ineknya nyengir2 sendiri.

Jadi, keluar dari planetarium jalan2 sekitar TIM, atala ga minta gendong. semangat jalan2. Kita sempet nonton latihan break dance, keren banget, atala sampai amaze gitu. Atala kan musical intelligence-nya lumayan banget, jadi udah pasti tuh direkam sama otaknya. Pas sempet mampir ke AH Fried Chicken diseberang TIM, langsung deh dipraktekkin, hahahaha. Sebelumnya, sempet kami juga sempet lihat-lihat pameran lukisan buatan orang India di Gd. Cipta II. Pengennya sih balik ke planetarium, paling engga bisa kenalan2 sama para komunitas sekolahrumah yang ikutan, tapi ternyata keluar AH tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 18.00, ya sudah...langsung panggil bajaj deh...

Wah...gagal nonton...tapi dapet ngedatenya ya atala....

Wiwiiiiiiiiiiiet

"Wiwiiiiiiiiiiiiiiet"

melengking, kenceng, dan heboh. Biasanya begitulah inek kalau manggil aku. Terutama karena kamarku di lantai 2. Biasanya tujuan manggil karena ada sesuatu yang disuruh, atau cuma sekedar dipanggil karena ada telepon. Karena suara inek kenceng banget (mungkin karena waktu kecil rumah jadi satu sama puluhan mesin jahit usaha garmen nenekku dulu), kadang-kadang dari kamar inek ke ruang makan yang cuma berjarak ga nyampe 10 m juga tetep aja pake volume tinggi. Makanya kalau inek lagi ga ada dirumah, misalnya kemarin ke Aussie selama 2 bulan, tiba-tiba rumah menjadi sepi banget, kalau ga mau dibilang damai sentosa karena ga ada yang teriak2

Semalem, seperti biasa ada yang manggil juga.

"Wiwiiiiiiiiet" "Wiwiiiiiet"

tau ga siapa?

eala, ternyata si atala. Aku sampe bengong memandangnya. bener deh, ga ada reaksi, ngeliatin atala tanpa ekspresi.

Atala sepertinya bingung dengan reaksiku, jadi dia mencoba lagi, "Mama..."katanya memastikan aku mendengar

"Ya?"

"Wiwiiiiiiiiiiiiiiet" diulang lagi. Pake senyum jail segala.

*emaknya masih bolot* beberapa detik kemudian menjawab, "apaaa atalaaaa?"

yeee...ga seru banget ya sorry...abis ga nyangka banget. Atala yang emang udah mulai demen jail juga akhinrya garing gitu deh...hihihihi, sorry ya nak....

*********

Waktu ayah udah dateng, mama iseng-iseng nanya,

"Wiwiet mana? Wiwiet mana ya?"

Atala nepuk-nepuk dadaku, "ini wiwiet" katanya

"emang wiwiet siapa?"

"Mama...Wiwiet..."Katanya nepuk-nepuk dadaku lagi.

"Ini siapa?"tanyaku nepuk atala.

"dede"

"Namanya siapa dede?"

"Dede...atala..."Katanya.

"Kalau ayah namanya siapa?"tanyaku

"ayaaaaaaaaaaaaaah"teriaknya.

"iya, namanya siapa?"

"ayaaaaaaaaaaaaaaaaaah" *sekali ini ngotot*

"sini ayah bisikin"ayah tetap usaha, narik atala ke deketnya trus berbisik, "pras"

Atala terlihat menolak, trus teriak lagi, "ayaaaaaaaaaaah"

hahahaha, tetep ngotot :-D

Monday, September 03, 2007

masa transisi atala

konon katanya anak batita mengalami perubahan yang signifikan di beberapa area, yang pertama, usia 18 bulan, dari bayi menjadi batita (baby to toddler), dan usia 3 tahun, dari batita ke balita (todder to preschooler).

saat ini usia atala adalah 2 tahun 7 bulan, dan masa transisi menuju 3 tahun benar-benar terasa deh. Apalagi kan katanya usia 3 tahun itu adalah masa ketika anak mengalami "ledakan kosakata", dimana tau2 sudah bisa berkomunikasi lancar dengan orang-orang di sekitarnya. Kabarnya lagi, pertumbuhan anak selalu bikin seorang ibu merasa mellow, antara haru (ya ampun...anakku sudah gede..) dan "sedikit" ga rela (kemana bayiku pergi?...) ya, mungkin berlebihan, tapi begitulah, hehehe *nyengir*

Ada beberapa perubahan yang perlu digarisbawahi:

Yang paling terlihat dari atala mungkin adalah pertumbuhan fisiknya ya. Dari yang chubby dan cute gitu, sekarang sudah mulai meninggi dengan bahu sudah mulai melebar. Kadang-kadang pertumbuhannya ga dibarengi dengan koleksi baju dirumah, tau-tau celananya sudah memendek atau t-shirt kesayangannya sudah ga muat lagi masuk ke kepalanya :_D, yang paling kelihatan adalah ukuran sepatu yang cepat sekali ga kepake :-) rugi deh kalo beli sepatu bermerk yang mahal *hahahaha, dasar emaknya pelit*

Perubahan kedua yang terasa paling signifikan, adalah kosakata yang digunakan atala. Atala tidak seperti Zidane dan Syazia, sepupunya yang lebih tua beberapa bulan, tapi sudah bisa bicara sangat jelas. Bahasa Atala kadang-kadang masih ga jelas dan kurang dimengerti, tapi kosakata yang digunakannya semakin banyak, terutama karena ayah-mamanya ga merasa "mengajari" kosakata tersebut. Yang paling lucu adalah mendengar atala sudah bisa mensisipi kata-katanya dengan menggunakan bahasa ala indonesia seperti "sih", "dong", "aja", dan lain sebagainya. hihihihi.

Perubahan ketiga, adalah dari inisiatif Atala yang makin kayak "orang gede". Ide-ide yang mengalir, celetukan yang menggemaskan...hehehe..*inget jadi ketawa* menandakan bahwa dia sudah bisa berfikir, mengolah....menyampaikan....dan yang paling seru...mengatur..

Perubahan terakhir, adalah keinginan atala yang semakin kuat untuk menjalin koneksi dengan anak lain. Atala sudah mulai "hilang" pergi ke rumah tetangga atau ga mau pulang saat sedang bermain bersama. kata-kata favoritnya sekarang "yuk, main!" atau "maiiin". kalau dititip ke TPA UNJ, atala juga sudah senang sekali bertemu dengan teman-temannya.