Tuesday, May 29, 2007

Atala dan obat

Memberikan obat ke anak kecil katanya susah-susah gampang dan perlu trick, tapi tidak buat atala. Dia sih bisa dibilang pecinta obat (wuaduh!).

Bukan apa-apa, abis, obat buat anak-anak zaman sekarang rasanya manis dan enak. Contohnya saja, obat panas atala punya rasa anggur atau jeruk. Obat batuknya rasa cherry. Apalagi atala ini termasuk yang "tergila-gila" dengan buah-buahan. Dia juga suka madu.

Jadi, mungkin menurut atala, what's not to like from medicine?

tapi gawatnya, karena atala begitu menyukai obat, maka obat tidak bisa ditaroh disembarang tempat. Kalau atala melihat, pasti dia menunjuk dan meminta, kalau tidak dikasih, dia akan mulai ngambek dan menangis. Jadi bisa dibilang, obat atala dirumah kami diperlakukan seperti permen (maksudnya disembunyikan, kalo keliatan pasti diminta).

saat ini, atala sudah mulai mencari akal bagaimana supaya obat bisa diberikan ke dia. Tau ga caranya? setiap kali melihat obatnya, atala akan pura-pura batuk! ya ampun!!

waktu itu pernah atala menunjuk, dan diberi penjelasan, "itu obat panas atala"

"mau...obat panas"katanya. abis itu dia mulai batuk-batuk.

kadang-kadang batuk2nya benar2 diseriusin, sampe2 dia sendiri mau muntah. halla!

tricknya, karena atala belum bisa membedakan obat batuk, obat panas, dan multivitamin, jadi kalau sampai "ketauan" atala, biasanya kami menyendokkan vitamin ke dia...dan tau ga...sendoknya diminta lho, trus dijilat2. Ampun deh.

"Akting" Atala yang paling lucu adalah beberapa hari yang lalu.

Atala melihat botol vitamin diatas meja, dan dia mulai batuk2 kecil. Badannya dilemes2in, wajahnya di melas2in. Ayahnya yang melihat ikutan menggoda.

"wah, atala sakit ya?"kata ayah. "aduh kasian...mama liat nih, atala sakit.."

Atala berjalan gontai ke kasur dan mulai tiduran. Matanya disipit2in. Lalu mama bilang gini,

"atala mau vitamin ya? sini mama ambilin"

wah, dia langsung semangat dan terduduk. Ayah menggoda lagi, "wah, kayaknya atala udah sehat tuh. liat udah ga batuk lagi"

"Uhuk..uhuk.."

Halla...batuk lagi deh dia! :-P

Ekspresi verbal pertama atala

Suatu malam, atala naik keatas kasur sambil merintih,

Atala: aduh...takit...takit mama...

Mama: sakit? apanya yang sakit atala? perutnya? (mengambil minyak putih dan segera membalurkan ke perut atala)

Atala sempat terdiam, tapi trus ngomong lagi.

Atala: Aduh..takit mama...aduh takit....

sekarang atala menunjuk tangannya dan kakinya terus menerus

Atala: tuh...takit tuh...takit tuh.....

Mama: (bingung) lho, jadi sakitnya dimana?

Atala: tuh...takit tuh...takit tuh.... (sambil nunjuk2 jari kaki, jari tangan, lutut, siku, lengan, paha, all over deh)

Mama: (masih bingung, tapi akhirnya membalurkan minyak kayu putih ke seluruh kaki dan tangan atala) jadi sakit yang mana? apa yang dirasain atala?

Atala: Aduh...takit mama...

(matanya disipit-sipitkan dengan mulut dimanyun2kan--kayaknya sih atala mencoba mengekspresikan yang dirasakan)

Setelah minyak kayu putih dibalurkan ke sekujur tubuh atala, atala sempat terdiam, tapi kemudian dia sibuk berusaha membuka pampersnya.

Atala: hhh....mama...hhh (sambil dicoba buka)...takit mama...

Mama: Oh, atala mau buka pampers (bantuin atala buka pampers)

Setelah pampers dibuka, terlihat "anu"nya atala keliatan merah-merah seperti lecet

Atala: Aduh...takit mama...takit... (sambil nunjuk2)

Mama: oh, maksud atala yang ini yang sakit?

Atala: tuh..takit tuh...takit tuh mama.... (nunjuk2 lagi)

Setelah pembaluran minyak kayu putih oleh ayahnya (si mama ga berani ngasih minyak kayu putih, takut salah--jadi diambil alih), akhirnya atala tenang juga.

Setelah berusaha, berhasil juga atala menyampaikan maksudnya. :_P